Senin, 01 September 2008

Hilangnya Mitan dipasaran

Mitan Hampir Punah
Gas Selalu Terlambat Datang


LANGKA nya minyak tanah (mitan.red) saat ini membuat kawatir kebanyakan orang, karena selain adanya konversi gas, mitan juga masih menjadi kebutuhan warga dalam memasak. Langka nya mitan disebabkan dikuranginya alokasi pengiriman hampir 75 persen perbulannya, dengan telah dilakukannya konversi gas.

Masudin, salah satu pengamatan ekonomi masyarakat Pantura yang selalu intens memantau peredaran mitan ataupun gas, mengatakan bahwa kelangkaan mitan yang terjadi sebenarnya sedari awal sudah diberitahukan akan adanya pengurangan mitan dengan adanya konversi gas. Namun, masyarakat belum terlalu siap menghadapinya terbukti ketika mitan langka, reaksi selalu muncul kepermukaan.

“saya rasa seharusnya pengurangan tersebut harus diimbangi dengan penjelasan yang lebih dari pihak yang berwenang dalam masalah mitan kepada masyarakat, sehingga jika terjadi seperti saat ini, masyarakat sudah tidak terlalu kaget dan merasa kehilangan terlebih mereka sudah mendapatkan gas yang dibagikan sebagai pengganti mitan” ujar Masudin.

Lebih lanjut, Masudin menjelaskan bahwa pengiriman mitan yang pada awlanya 59 tangki untuk satu area perhari, tetapi saat ini hanya 1 tangki perhari. Dengan hal tersebut, untuk mengatasai masalah kelangkaan mitan tentu para agen gas 3 kg dapat serta mampu meningkatkan pelayanan gas 3 kg. sebab, kelihatannya para agen masih belum siap untuk menyalurkan lpg 3 kg nya dengan maksimal. Terbuktinya dilapangan masih seringnya terjadi lambatnya pengiriman, begitu pula dengan SPBE Pertamina Balongan dapat meningkatkan pengisian tabung gas. Termasuk para agen meambah armada angkutan bafer stock gas digudangnya masing-masing, yang konon sementara ini belum memiliki stok persediaan di gudang agen untuk mengantisipasi seperti keadaan saat ini.

“dengan hampir punah nya mitan dimasyarakat tentu saja masyarakat mau tidak mau beralih kepada gas 3 kg yang masih terbilang murah dibandingkan gas 15 kg. maka, saya menekankan kepada para agen diharapkan bisa memberikan pelayanan terhadap konsumen dengan selalu tersedianya gas tanpa harus menunggu lama dengan alasan keterlambatan. Jika dibiarkan maka akan semakin parah dan masyarakat menjadi korbannya” tegasnya. (alw)

Dipublikasikan : Radar Indramayu, edisi Sabtu (30/8) Hal. 4 - Kota Mangga

Tidak ada komentar: